JACK LESMANA

Seolah-olah tokoh ini terlupakan oleh generasi sekarang padahal ayah dari Indra Lesmana ini merupakan pionir dalam perkembangan musik jazz di tanah air.

Nama Asli : Jack Lemmers
Lahir : Jember 18 oktober 1930.
Ayah : Orang madura, bekas pemain biola.
Ibu : Indo-Belanda (penari dan penyanyi pada grup opera Miss Riboet)

Umur 9 tahun : bersama saudara-saudaranya membentuk Family Group.

Umur 10 tahun : belajar gitar dan musik klasik.

Ia tumbuh menjadi musisi otodidak yang berangkat dari bakat alam dan didukung dengan ketekunannya membaca buku serta mendengarkan radio.

1942 : mendirikan kelompok jazz Dixie di Jember. (Beberapa tahun kemudian, barulah ia tahu yang ia mainkan itu adalah jenis musik jazz).

1946 : mendirikan Jack Lesmana Quintet di Surabaya, yang bermain khusus untuk siaran di RRI Surabaya. Waktu ia dapat mengenal dan menirukan gaya permainan Charlie Parker. Sejak saat itu ia mulai terjun menjadi musisi profesional.

1951-1959 : bergabung dengan band Angkatan Laut RI pimpinan R. Iskak (ayah bintang film Indriati Iskak dan Alice Iskak), bersama Maryono (musisi tiup jazz).

Keluar dari band Angkatan Laut, ia ke Jakarta dan mendirikan grup Gema Irama, yang berkesempatan rekaman di perusahaan rekaman PH milik Mas Yos (kakak Nien (istri Jack), pendiri studio rekaman Irama dan perusahaan pabrik piringan hitam pertama di Indonesia, pensiunan AU RI).

1963 : membantu Bubi Chen membuat album PH “Bubi Chen And His Fabelous Five”.

Ia juga membuat semacam eksperimen recording bersama penyanyi Nien (istrinya) dan pianios jazz Usman S.(pendiri the Bamboo’s). Hasilnya antara lain lagu Bila Ku Lupa yang di bawakan dengan gitar ala Les Paul.

1961-1978 : menjadi ilustrator film Melati(1961), Violeta (1962), Anak Perawan, Hadiah Dua Juta (1972), Di Sarang Penyamun (1972), Menentang Maut (1978).

Akhir dekade 60-an : bergabung dengan Indonesian All Star yang dibantu oleh clarinetist jazz kaliber dunia Tony Scott.

1969-1979 : mengasuh acara Nada dan Improvisasi di TVRI.

Awal dekade 70-an : sebagai Direktur Pendidikan pada Yasmi Music School.

1979-1984 : pindah ke Australia (Indra Lesmana mendapat beasiswa di Conservatorium of Music, Sidney, Australia).

1985 : mulai sering sakit.

1987 : menjalani perawatan ginjal di Sidney, Australia.

Suatu ketika pernah tampil dalam acara Sunday Jazz Club (diprakarsai Jack Lesmana). Dalam keadaan sakit ia memaksakan diri ingin tampil bersama Bubi Chen. Setelah selesai main ia tidak dapat melangkah dan tetap berdiri hingga penonton meninggalkan ruangan. Setelah itu ia roboh.

2 Juli 1988 : masuk rumah sakit Pondok Indah karena penyakit Cryglobulinaema (tubuh terus menerus mempoduksi antibody).

17 Juli 1988 : meninggal dunia (dimakamkan di PKU Tanah Kusir Jakarta).

Selama hidupnya Jack Lesmana telah membuat buku “Impro I” dan “Impro II” yang berisi tentang improvisasi.

(Sumber : Samboedi. Buku Jazz. Sejarah Dan Tokoh-Tokohnya (1989). Dahara Prize Semarang)

Artikel yang berhubungan :
Jazz Guitar Birthday

3 Responses

  1. Ketika saya SMP, Jack Lesmana adalah satu2nya musisi Indonesia yang paling saya sukai, walau banyak teman saya tidak paham atas apresiasi saya terhadap musik itu. Saya pernah rekam di kaset ketika dia main dengan Yopi Item (sang gitaris idola saya juga) di TVRI yang masih black and white. Kini, grup musik GIGI adalah salah satu pemusik Indonesia yang cukup saya sukai, khususnya, karena originalitasnya.

  2. Hai Mas “siapa ya namanya?”, thanks sudah mampir. Wah punya rekamannya segala, salut saya…:)

  3. bagi saya cukup menarik de blognya … saya suka sm artikelnya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: