Antara Personal Passion dengan Realita, Musik atau Uang?

Tanya :
Hai Tom saya ada pertanyaan yang cukup mengganggu tentang musik. Beberapa tahun ini selain berlatih hingga jari-jari ini berdarah saya selalu memikirkan tentang keberadaan saya sebagai seorang gitaris dan musisi. Yang mengganggu adalah bahwa suatu hari nanti saya ingin meliris album neoklasikal, tetapi sekarang ini saya menyadari bahwa di Amerika gitaris ‘high tech’ kurang digemari, kecuali gener musiknya berubah ke era 1980’an lagi. Dengan demikian sesuai dengan gaya permainan saya apa yang bisa saya berikan? Saya sudah berlatih bertahun-tahun dan tetap ingin berada pada idealisme dan integritas saya daripada memainkan power kord hanya untuk menyenangkan orang lain.

Untuk sebagian orang, jika musik tidak di putar di radio berarti mereka tidak mau mendengarnya. Saya memiliki harapan dengan lagu-lagu saya yang dahsyat, tetapi musiknya tidak seperti Blink 182 atau Disturbed dan itu tidak akan dihargai. Saya hanya ingin tahu bagaimana menurut anda jika berada dalam situasi seperti ini.
Maksud saya, saya terjebak diantara ‘personal passion’ dan realita.:damn:

Jawab :
Pertanyaan bagus. Banyak musisi yang ingin membuat ‘musik level tinggi’ (atau idealis dengan style yang tidak populer) menanyakan pertanyaan yang sama.

Hanya karena musikmu tidak populer di negaramu, itu tidak berarti tidak popular di negara lain atau mungkin di belahan bumi yang lain. Ini benar, kita tidak tinggal di tahun 1986 lagi, tetapi negara tertentu masih (fakta bahwa musik yang ngetrend th 80an di US saat ini popular di negara lain). Berbicara tentang pengalaman saya sendiri, saya menjual 300% lebih CD di Jepang daripada di USA. Demikian juga di Eropa. Trend gitaris berkaliber tinggi yang terkenal di negara lain cukup banyak dan umum sekarang.

Saran saya: jika orang di daerahmu tidak memiliki apresiasi baik dengan apa yang kamu buat, jangan coba lawan mereka. Pindah dan cari tahu tempat yang pas untuk mewujudkannya. Jika itu berarti di Asia atau di Eropa atau dimanapun, maka berarti disitulah tempatnya. Tentu sangat bagus jika kita dikenal di US, negara besar dan maju, tetapi jika keadaannya memang seperti itu siapa yang peduli darimana asal orang-orang yang akan mendengarnya. Fans adalah fans. Dan, sangat menyenangkan jika terjadi CD ordering, punya fan e-mail, dll.

Baca guitar magazine, dan web sites dari seluruh penjuru dunia setiap hari. Dunia ini sangat besar, jika hanya ada beberapa persen populasi di dunia menyukai gitar, itu sensungguhnya menggambarkan ribuan orang atau bahkan jutaan orang yang menyukainya.

marty.jpgMarty Freidman sekarang tinggal di Tokyo. Rumah Yngwie yang sangat megah dibangun dari hasil penjualan CDnya di jepang. Mr. Big (yang hampir terlupakan di US) sangat terkenal di Jepang. Lihat bagaimana ‘big classic heavy metal’ di Jerman (Manowar sells out stadiums there – they are bigger than Metallica!)! Di China, saya membaca, bahwa disco sangat popular (disco!). Pointnya adalah ‘apapun yang kamu lakukan akan selalu ada orang yang menganggap bahwa apa yang kamu lakukan itu adalah ‘cool’.

Kembali ke lap***, kembali ke USA. Beberapa tahun belakangan ini band seperti The Beatles, Led Zeppelin, Black Sabbath, dll menjual banyak sekali CD. Apakah menurutmu CD mereka di beli orang-orang yang berumur 30-40an? Sebagian ya. Tetapi banyak hal-hal yang popular dimulai oleh anak muda. Apa yang di dengar oleh orang tua akan menular ke anak-anaknya. Maksudnya,coba bayangkan trend band setelah tahun ‘70an. Ya, band tahun 80’an.

Kembali ketahun ‘80an, banyak orang mulai belajar memainkan gitar dan mendengarkan gitaris seperti Van Halen, Randy Rhoades, Yngwie Malmsteen, dll. Nah, generasi muda pada tahun itu saat ini sudah berkeluarga dan memiliki anak berumur 5-12 tahun yang kemudian beranjak remaja dan mulai mendengarkan musik. Kemungkinan besar adalah, anak-anak ini nanti akan ‘terinfluens’ dari apa yang orang tua mereka dengarkan (musik 80’an). Kemudian muncul gitaris-gitaris baru, style baru. Musik sekarang ini di bentuk dari musik-musik yang ada di masa lalu, dan jika dilihat dari sejarah dan perkembangannya seperti kupu-kupu sedang bermetamorfosa. Semua fase adalah penting untuk jamannya.

Sekarang permasalahan yang penting adalah dalam hati kecilmu apa yang ingin kamu lakukan? Dan kapan? Artis sejati harus mengikuti kata hatinya, sehingga pada akhirnya –tidak peduli laku apa tidak- yang penting mengikuti kata hati untuk mewujudkannya menjadi kenyataan yang memiliki nilai artistik tinggi. Mencari uang dengan musik itu mungkin, tetapi tidak relevan dengan seniman sejati dan seni itu sendiri.

Permasalahan berikutnya, yang terjadi pada kebanyakan artis (pekerja seni) adalah biaya atas karya artistik yang dibuat. Coba bayangkan, membuat musik itu mahal (inspirasi, waktu, recording dll), jadi kamu butuh uang (kecuali kamu punya uang lebih atau punya keluarga yang membiayai, atau pacar yang sudah bekerja). Jika kamu ingin menghasilkan uang dari kemampuan musikmu maka kamu perlu melakukan hal yang lain. Sementara lepaskan diri dari idealisme.

Kebanyakan musisi menjadi guru musik freelance, atau memainkan musik lain yang bisa lebih cepat menghasilkan uang. Bermain di wedding party, hotel, resto, even dll. Pada level yang lebih tinggi mungkin membantu tour band lain yang lebih dulu sukses.

Dan… tentu saja masih banyak cara lain untuk berpenghasilan.:gatau:

Diedit dari http://www.tomhess.net For Love or Money?

Artikel yang berhubungan
mengapa sulit menjadi musisi dan gitaris profesional?
berkarir di musik penuh dengan resiko?

One Response

  1. […] yang berhubungan antara personal passion dengan realita, musik atau uang? berkarir di musik penuh dengan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: