Musik, Kehidupan, dan Kasih Sayang

Free Image Hosting At ImageCows.NetSaat jaming session dimulai masing-masing player yang memiliki segenap perbendaharan jurus dari A hingga Z terlihat pucat dan berfikir. “Jurus apa yang akan dikeluarkan nanti. Untuk musik ini akan keluar jurus A, untuk progresi ini jurusnya adalah kombinasi jurus C dan K, bla bla bla…”. Mungkin seperti itu yang ada di benak kami saat itu. Organisme ini mulai hidup saat stick drum diketukkan hingga 4 hitungan. Kami tidak boleh berhenti ditengah jalan. Banyak yang menonton, mulai dari teman, pengunjung bule, manajer kelas menengah hingga presiden direktur. Ini adalah pertanggung jawaban. Kami sudah memulai sebuah kehidupan. Musik sudah dimainkan. Sekali start maka kami harus survive sampai finish apapun yang terjadi.

Musik mengalun dengan lancar, penonton terkesima dengan kombinasi jurus-jurus yang jarang dipertontonkan ditengah-tengah masyarakat yang telah dibombardir musik-musik populer.

Hingga suatu saat pemain saxophone kehilangan jalan. Jurus-jurus yang ia keluarkan demikian mantapnya namun tidak sesuai dengan progresi kord yang telah kami sepakati sebelumnya. “Dia berbuat dosa. Dia melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma baku yang sudah disepakati masyarakat kecil ini”. Dalam kebingungan yang tidak disengaja dan sebelum melangkah pada dosa yang lebih berat, secara reflek suara drum menuntun dari mana sebaiknya ia memulai lagi. Suara piano menggandeng tangannya seperti seorang kakak yang tidak marah kepada adiknya yang melakukan kesalahan. Suara gitar dan bas segera mengarahkan dia untuk kembali pada jalan yang benar yaitu pada “norma progresi kord yang sudah ada”. Suara gitar ini menuntun dengan sopan tanpa ada niat untuk menggurui. Sekarang dia tahu dimana dia berada, dimana dia menginjakkan kaki, dan perjalanan kehidupanpun dimulai kembali.

Penonton berdiri dengan applause dan senyum takjub.

Sebuah kehidupan yang dimulai tanpa persiapan dan penuh resiko ini akhirnya berhasil dilewati hingga finish. Saat penonton berdiri memberikan applause maka saat itulah kehidupan embrio musik ini berhenti. Hanya kenangan yang bisa diingat dan mudah-mudahan segera kami dan mereka lupakan.

 

Situasi buruk sering muncul meski kita sudah mempersiapkan segalaFree Image Hosting At ImageCows.Net sesuatunya dengan baik. Ada saat ketika kita melakukan tindakan memalukan, perbuatan buruk, salah ucap, menyakiti orang lain, berbeda prinsip dengan masyarakat.

Jika keputusan sudah bulat, seberat apapun yang terjadi, berlari sampai finish adalah keputusan paling baik.
Kita hidup ditengah-tengah kasih sayang yang berlimpah. Percaya saja, secara sadar kita akan menemukan guru kehidupan yang akan menuntun dan mendampingi untuk menyadarkan potensi yang kita miliki. Dengannya kita dapat berjalan dengan mandiri menyusuri kehidupan, membantu sesama, karena mereka memang hadir sebagai penunjuk jalan saat kita tersesat.

Tetap optimis dan positif, semua memancarkan kasih sayang untuk kita semua. :toss:

2 Responses

  1. Advise yang bagus mas, manusia memang tidak bisa lepas dari kesalahan. Bagaimana sikap kita terhadapnya itulah yang penting. Mau lanjut atau berhenti ditengah jalan, atau lari darinya merupakan pilihan. Bertindaklah dengan bijaksana

    thanks Mas

  2. ternyata semua kejadian memang bisa diambil hikmahnya ya, tergantung cara mikirnya.

    oke deh, thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: