Proses ATM Untuk Musisi

Free Image Hosting At ImageCows.NetSeperti padang pasir kering kerontang yang menunggu hujan. Pertapaan berbulan-bulan di dalam goa tidak membuahkan hasil, wahyu juga tak kunjung turun, padahal sudah dikejar dead line untuk membuat lagu senilai puluhan juta rupiah. Cara berikut ini sangat populer dalam dunia bisnis yaitu ATM “Amati Tiru dan Modifikasi”.

Saya percaya cara ini banyak digunakan oleh musisi manapun di dunia ini. Mulai dari pop, rock, jazz, dangdut, blues, rock n roll, dll. Dari musisi pemula hingga musisi yang luar biasa cerdas. Itulah mengapa banyak kita temukan lagu yang terdengar mirip dengan lagu-lagu pendahulunya.

Intinya adalah merangkum beberapa karya, memodifikaisnya dan memunculkannya kembali menjadi sebuah karya baru yang membuat orang kagum. Disinilah letak kesulitannya. Bakat, ketekunan, kecerdasan serta nurani mungkin akan menentukan hasilnya. Apalagi saat ini masyarakat jeli untuk menentukan mana karya kamuflase dan mana karya masterpiece.

Proses yang dialami seniman dalam membuat karya dengan menggunakan rumus ATM ini pun bermacam-macam. Beberapa musisi mengalami pendidikan yang mendalam terhadap musik etnis sebelum memunculkannya kembali dengan balutan musik modern. Ada yang pergi ke sebuah pulau dan belajar disana sebelum dapat membuat karya tentang pulau tersebut. Namun banyak juga yang hanya dengan merubah beberapa frase melodi dari karya yang sudah ada baik itu karya orang lain maupun karya sendiri.

Sulit menjadi musisi garda depan. Sepertinya semua aliran musik di dunia ini sudah diciptakan. Jutaan lagu sudah diciptakan, jadi sah-sah saja seorang musisi, seniman atau siapapun menggunakan rumus ATM dalam semua aspek kehidupan, selama dia tidak menjadi plagiat.

Saya percaya nurani seorang seniman akan menolak jika karya yang dibuat muncul dari proses berfikir atau dari hasil memodifikasi karya yang sudah ada. Lebih nyaman jika karya tersebut muncul melalui insting daripada proses mencari-cari. Namun, apapun yang terjadi dibalik karya seseorang hanya dialah yang tahu. Ini adalah pengalaman pribadi masing-masing orang. Gunakan proses ATM untuk memicu munculnya ide. Proses berfikir baru dikerahkan untuk mengaransmen, membagi, mencari dan menganalisa harmoni suara dan alat musik yang digunakan.

Selamat berkarya

:toss:

4 Responses

  1. Biasanya setiap musisi punya idola sehingga dalam proses penciptaan sering terjadi kemiripan dengan lagu idolanya, meski hanya beberapa frase saja. Hal ini bisa jadi karena dia sangat fanatik dengan idolanya sehingga sangat berpengaruh pada lagu-2 ciptaannya. Bagaimana tidak ? di dunia ini hanya ada 12 nada saja, jadi kemungkinan lagu yang satu dengan yang lain sama sangatlah mungkin.

    Banyak cara yang bisa kita lakukan dengan 12 nada yang kita punya, contohnya kita bisa buat berbagai variasi ritmis, harmoni dan melodi, sehingga kesamaan atau kemiripan dengan lagu yang sudah ada bisa kita hindari.

    Lagu-lagu Melly Guslow misalnya, kalau kita analisis lebih banyak menggunakan teknik sekwens (pengulangan melodi pada tingkat lain), padahal melodinya biasa-2 saja, tapi dengan pengolahan melodi dan aransemen yang bagus lagu-2 Melly jadi sangat terkenal dan disukai semua kalangan. Padahal kalau mau jujur lagu-2 Melly banyak dipengaruhi oleh Barry Manilow.

    By the way, song writer bisa dilakukan oleh semua orang dan itu adalah hal yang biasa sekali, tapi arranger adalah luar biasa, apalagi song writer + arranger wah… itu sangat luar biasa. Bagus dan tidaknya sebuah lagu adalah relatif, jadi biar masyarakat yang menilai. Mozart, Bethoven, Andrew L. Weber adalah 3 dari musisi dunia yang sudah diakui kepiawaiannya.

    Sekedar comment dari saya, semoga kita bisa jadi musisi yang jujur dan bertanggung jawab, hidup musik Indonesia !!!, amin.

  2. Trims atas commentnya Bu Heni.

    selamat berkarya..
    :toss:

  3. mbok gitarprinsipnya diurus doel jangan dibiarkan terbengkalai,

  4. @RM.Muswo :

    Iya nih dah lama q g posting tulisan, thks da mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: