Jati Diri, Pertanyaan Besar Kehidupan

Free Image Hosting At ImageCows.NetSaat itu Hola sedang frustrasi karena permainan gitarnya tidak bisa sehebat temannya, si Nasrudin. Nasrudin merupakan murid teladan, kemampuan gitarnya berada jauh di atas Hola.

Melihat hal tersebut Sang Guru memberikan motivasi bahwa untuk bisa sehebat Nasrudin maka Hola harus rajin belajar, rajin latihan, dan harus melakukan hal yang lebih. Jika Nasrudin berlatih 5 jam sehari maka Hola harus berlatih 8 jam. “Tiru ketekunan Nasrudin dan lakukan lebih dari si Nasrudin”, ujar Sang Guru

Hola mengikuti saran Sang Guru.

Beberapa tahun berlalu Hola masih belum bisa memainkan lagu-lagu yang dimainkan Nasrudin. Meski Hola berlatih mati-matian, lupa makan tidur, berlatih dengan gitar paling mahal di muka bumi tetap saja Hola berada dibawah Nasrudin.

Setelah lelah dengan permainan yang pas-pasan dan tak maju-maju, Hola pasrah. Ditengah-tengah kepasrahannya itu ia merenung. Siapa dia sebenarnya? Apa tujuan hidupnya? Mengapa satu orang lebih hebat dari yang lain? Apakah Tuhan tidak menghendaki dia untuk menjadi pendekar gitar yang sukses? Mengapa selalu ada kehendak?

Mendadak dia mendapat ilham untuk melakukan sesuatu yang lain, bahwa ada sesuatu dari dirinya yang belum terasah. Hola pun memilih jalannya sendiri.
Dalam ilhamnya itu ternyata Hola menyadari bahwa dia bukan tipe pendekar gitar, tetapi tipe komposer. Dia memiliki ide gila-gilaan.

Akhirnya, atas penemuannya itu mereka berdua pun berkolaborasi. Nasrudin sebagai gitaris dan Hola menjadi komposer nya. Dunia dibuat kagum oleh duo Hola dan Nasrudin.

Tidak ada yang memaksa bahwa kita harus berada pada jalur yang saat ini kita tempuh. Ini adalah pilihan. Kemarin kita telah memilih jalan. Seberat apapun jalan tersebut, jika berujung pada kesuksesan maka jalani hingga selesai. Ada kalanya kita baru menyadari keadaan yang sebenarnya saat berada ditengah-tengah jalan. Bahwa ada jalan lain yang lebih sesuai dengan kita. Namun untuk sampai pada kesimpulan seperti itu, kita tidak pernah tahu jika tidak mencobanya.

Hola belum menemukan sang jati diri, namun ia sedang berjalan menemukan sang jati diri dengan berbuat yang terbaik, untuk dirinya dan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: