Spesies dan Evolusi

Free Image Hosting At ImageCows.NetJika dikategorikan secara bebas dan ngawur mungkin terdapat tiga spesies mahasiswa seni musik.

Yang pertama adalah spesies guru yang mana jika mahasiswa pada spesies ini ditanya kedepannya mau apa maka jawabannya satu yaitu mengajar. Setelah lulus mereka ingin menjadi guru hingga dosen. Sayangnya belum ada yang berambisi menjadi rektor atau menteri pariwisata. Spesies ini berdandan rapi, baju kotak-kotak dimasukkan, tidak memakai jeans, dan ketika disuruh main harmoni manual ternyata banyak yang bingung (ada juga yang kelewat pinter namun itu hanya beberapa orang saja).

Yang kedua adalah spesies musisi. Mahasiswa yang masuk pada spesies ini bisa diamati dari dandanannya yang jauh dari kesan formal. Mayoritas mereka aktif dengan kegiatan band dengan misi demo lagu diterima label record. Ada juga yang berusaha membuat album indie, dan yang lainnya mondar-mandir main di resto, hotel, café, dan even panggilan. Mereka tidak begitu antusias menjadi guru atau mungkin tidak berminat sama sekali. Mau mengajar jika keadaan kepepet atau hanya bersifat sambilan untuk pengalaman kerja dan survive di tanah orang. Banyak mahasiswa jago ada di spesies ini namun kebanyakan masih bertapa di ruangan kelas.

Yang ketiga adalah spesies salah jurusan. Spesies ini sering membuat pusing dosen tapi mereka tetap ngotot meski nilai jeblok. Banyak yang layu sebelum berkembang namun banyak juga yang bisa lulus dengan cepat, malah lebih cepat dari spesies guru dan musisi.

Nah, mengapa disebut spesies?

Dalam film layar lebar biasanya istilah spesies identik dengan evolusi. Makhluk bersel satu tumbuh menjadi makhluk multisel dan akhirnya tumbuh menjadi primata.
Demikian juga dengan spesies mahasiswa di atas. Spesies tersebut pasti berevolusi.

Kenyataannya telah muncul spesies baru dari hasil proses evolusi, yaitu:

  • spesies bisnisman = mendirikan sekolah musik, menjadi manajer artis
  • spesies campuran = menjadi guru+musisi, menjadi guru+bisnisman, menjadi musisi+bisnisman
  • spesies murtad = buka rental komputer, konter HP, jadi sales motor, MLM dll
    (spesies ini sudah lupa cara memainkan tangganada C di piano)
  • spesies hiperaktif = guru + musisi + bisnisman + buka konter HP + MLM dll dirangkap jadi satu

Wow, siapa menyangka dibalik balutan pendidikan musik ternyata mahasiswa memiliki bakat-bakat terpendam. Evolusi terjadi bervariasi bahkan tidak ada hubungannya dengan musik sama sekali.

Cuma sekedar tulisan sambil lalu saja. Hidup adalah pilihan, mau jadi apa dimasa mendatang itu adalah pilihan. Yang penting adalah segera menyadari minat dan bakat tersembunyi yang dimiliki sehingga mudah untuk menentukan kelak ingin berevolusi kemana. Sering kali muncul kekecewaan hanya karena tidak sadar kita berada pada spesies yang mana. Jangan sampai ya…

Free Image Hosting At ImageCows.NetNah, kira-kira kemana kita akan berevolusi?

3 Responses

  1. bwahaha…

    saya suka spesies yg terakhir, sebab ada di jurusan apapun…

  2. hahahah…jangan2 yg paling banyak malah spesis murtad

    thanks udah mampir di rumahku:)

  3. kunjungi blog ku
    musiksystem,wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: